Januari Beckham ke Milan
Rabu, 22 Oktober 2008
Berita Bola: Milan - Kabar cukup mengejutkan tentang David Beckham. Ada kemungkinan pada awal Tahun Baru nanti bintang Inggris itu bakal merajut karir di Italia. Dengan klub mana? AC Milan.Kabar tersebut tidak asal-asalan karena dikuatkan dengan omongan pejabat tertinggi di Milan. Saat dikonfirmasi koran olahraga berpengaruh di Italia, Gazzetta dello Sport, ketua eksekutif Adriano Galliani membenarkan kemungkinan itu."Kami sedang berbicara dengan agen dia. Saya percaya dia akan datang untuk bermain dengan kami beberapa bulan, sebagai pinjaman. Tim ini sudah lengkap sih, tapi Beckham itu sesuatu yang lain," ujar Galliani.Selain Gazzetta, koran Coriere della Serra juga telah mengutip ucapan Galliani. Situs resmi Rossoneri juga sudah memuat pernyataan-pernyataan orang nomor dua di Milan setelah Silvio Berlusconi itu."Beckham ingin berlatih dan bermain untuk Milan," tandas Galliani. "Kami menginginkan dia dan dia akan datang di bulan Januari sampai akhir musim ini.""Ini bukan sekadar kesepakatan shop window. Ini sebuah deal besar. Dia akan tampil untuk Carlo Ancelotti di Seri A dan Piala UEFA.... Sepakbola saat ini terkait stadion yang penuh dan sponsor-sponsor. Dan bintang-bintang super seperti Beckham pas dengan itu. Dengan dia, Kaka, dan Ronaldinho, terbentuklah sebuah tim impian."Belum dijelaskan sudah sejauh mana negosiasi yang terjadi di antara mereka, tapi yang jelas Beckham memang punya motif tinggi untuk pindah klub sementara waktu. Jika bertahan dengan LA Galaxy, ia bisa menganggur cukup lama karena kompetisi Major League Soccer musim ini kelar pada akhir November.Mantan ikon Manchester United itu harus terus bermain demi menjaga kansnya bertahan di tim nasional Inggris, sebagaimana ia berharap bisa tampil di Piala Dunia 2010. Ia pernah melakukan hal serupa ketika "menumpang" berlatih di Arsenal, tapi tidak diperkenankan memperkuat tim London itu di pertandingan resmi.
Rabu, 22 Oktober 2008
Sabtu, 18 Oktober 2008
FUC*IN MLM 3
ADDUUUUUU OJAAAAAANNNN!!!! LAGI-LAGI DAN LAGI REPOST!!!! MAAP MAAP KLO REPOST MULU!!!!!
Akhirnya ada kesempatan juga buat menulis part 3 dari pendapat saya mengenai MLM Tianshi ini. OK, review sedikit… Di part 1, saya sudah menuliskan pendahuluan, bagaimana saya berkenalan dengan MLM Tianshi… Di part 2, saya sudah menjabarkan pendapat saya mengenai sistem network marketing secara umum dan MLM Tianshi secara khusus. Di sana telah saya jelaskan hal apa yang menjadi masalah paling utama dari network marketing, yang selalu ditutup-tutupi oleh para pengikut MLM dengan begitu baiknya. Pada postingan kali ini, part 3, saya akan membahas mengenai sebuah isu MLM yang menurut saya lebih penting dibandingkan sistemnya, yaitu isu moral…
Saya akan memulai pendahuluan postingan ini dengan sebuah pertanyaan. “Kenapa sih presentasi MLM itu sangat menarik (atau setidaknya cukup menarik) untuk orang yang pertama kali mendengarkannya?” Hal itu juga yang saya alami ketika pertama kali saya dipresentasikan mengenai MLM Tianshi ini. OK, saya akan jawab pertanyaan itu dengan jujur - sejujur-jujurnya - saat itu saya begitu tertarik akan MLM Tianshi ini karena (berdasarkan presentasi yang saya dengar waktu itu) saya akan bisa mendapatkan penghasilan pasif, saya akan bisa mendapatkan banyak uang (bahkan ga usah kerja kalau sudah dapat penghasilan pasif, apalagi kalau sudah financial freedom). Selain itu, saya bisa dapat BMW, kapal yacht, atau bahkan pesawat terbang… Saya akan dapat menikmati semua kemewahan itu. Kalau saya sudah memiliki uang, saya akan bisa mendapatkan segalanya (mengutip kata-kata Pak Louis Tendean, petinggi MLM Indonesia, yang mendapatkan istrinya dari sebuah BMW)…
Jawaban di atas adalah jawaban yang terlalu jujur… Kadang saya berpikir, kalau saya akhirnya ikut MLM lalu ditanyakan kenapa saya ikut MLM, mungkin saya tidak akan berkata sejujur itu. Sangat mungkin buat saya untuk memberikan alasan seperti “alasan utama saya untuk membantu orang lain…”, atau “alasan utama saya untuk membahagiakan orang yang saya kasihi”, atau “alasan utama saya adalah untuk meningkatkan kesejahteraan Indonesia”. Padahal, alasan utama sebenarnya adalah karena saya mau dapat banyak uang dan nantinya… suatu saat nanti kalau saya sudah sukses, saya akan dapat menikmati semua kemewahan yang didapatkan, mendapatkan financial freedom supaya saya tidak perlu kerja lagi dan duit terus mengalir, mendapatkan time freedom supaya saya bisa bermalas-malasan dan bersenang-senang sepanjang waktu. Nah, seberapa banyak dari Anda yang mengikuti MLM yang memiliki pikiran seperti di atas?
“Lalu apa salahnya punya keinginan seperti di atas? Mendapatkan financial freedom dan time freedom? Tidak perlu munafik deh, semua orang pasti mau financial freedom dan time freedom…” Mungkin Anda berpikir seperti ini bukan? OK, akan saya bahas satu-satu…
Apa salahnya punya keinginan seperti di atas? Yang dipermasalahkan sebenarnya bukanlah keinginannya, tapi kenapa Anda mempunyai keinginan itu? Apapun alasan Anda, tidak dapat dipungkiri, alasan utamanya adalah karena keserakahan dan kemalasan. Serakah ingin mendapatkan banyak uang, BMW, kapal, dan pesawat, dan malas bekerja terus menerus, kalau bisa tidak bekerja, ya kenapa harus bekerja? Maklum, kedua sifat ini (keserakahan dan kemalasan) termasuk dalam sifat dasar manusia. Sifat itu jelas adalah sebuah sifat yang buruk, yang perlu diubah… Nah, masalahnya, presentasi MLM ini sangat menggoda sifat keserakahan dan kemalasan manusia, dan mereka dapat dengan sukses membungkus keserakahan dan kemalasan itu ke bentuk-bentuk lain yang terlihat lebih baik, seperti financial freedom dan time freedom. Itu membuat orang-orang yang dipresentasikan seringkali tidak sadar telah dibangkitkan sifat keserakahan dan kemalasannya.
Kedua sifat inilah yang biasanya membutakan semua keburukan-keburukan yang ada di MLM. Gampangnya, kedua sifat ini akan membuat seseorang hanya mementingkan dirinya sendiri. Contoh: “Yang penting saya sukses, yang nanti bakal gagal yah bodo amat… Yang penting saya sudah sukses…”
Next… Saya mendapati sebuah hal yang menurut saya menjadi senjata andalan MLM-ers saat presentasi tentang MLMnya. Apa itu? “Jangan pernah mengakui kalau diri saya salah. Jangan pernah tunjukkan keburukan dari MLM saya. Balikkanlah semua kata-kata yang dilontarkan orang yang saya presentasikan… Dan jangan lupa, bangkitkanlah ego dan harga diri dari orang yang saya presentasikan, supaya dia senang…” Biasanya, untuk beberapa hal, senjata di atas diberi nama “berpikir positif”.
Contoh: Saya pernah menolak ketika sedang dipresentasi dengan alasan “Saya sudah pernah dipresentasikan tentang ini kok. Saya tidak mau ikut…”. Tentunya, sang presenter tidak akan berkata, “Ayo dong ikut… Saya kan butuh downline nih…”, meskipun siapa tahu hatinya berkata begitu? Sang presenter yang mempresentasikan saya waktu itu memberikan jawaban yang sangat manis kedengarannya buat saya, yang saya tidak yakin dia mengucapkannya murni dari hatinya. Dia menjawab begini: “Wah! Bagus itu… Itu artinya banyak orang melihat kamu memiliki potensi untuk ikut bisnis ini…”. Nah, refleks manusia memang kalau dipuji seperti itu akan cepat senang, dan akhirnya (mungkin) dengan senang hati langsung ikut bisnis ini, dengan pikiran “orang lain melihat saya berpotensi di bisnis ini, saya hebat euy…”. Ego saya sedang dibangkitkan secara tidak sadar oleh sang presenter, dan kalau ego seseorang sudah bangkit, orang tersebut akan gampang “dikendalikan” oleh orang lain.
Teknik-teknik macam di atas yang banyak dipraktekkan oleh presenter MLM. Itu sudah menjadi hal yang biasa bagi mereka, karena teknik-teknik itulah yang mereka dapatkan dari seminar-seminar yang diadakan, macam vision seminar atau seminar-seminar MLM lainnya. So, berhati-hatilah kalau ego Anda mulai dibangkitkan… Mereka mudah sekali memainkan kata-kata dengan kata-kata yang manis!
OK… next…
Setiap kali saya akan dipresentasikan tentang MLM ini, sang presenter tidak akan langsung terang-terangan berkata “Hai Charles… Kapan ada waktu kosong? Saya mau presentasi MLM nih…”. Selalu ada alasan lain (kadang berupa kebohongan, kadang ditutup-tutupi - intinya tabu untuk menyebut istilah MLM saat mengajak mengadakan pertemuan). Saya sendiri pernah diajak ketemu dengan alasan “penawaran bisnis bagus” dan tidak pernah diberitahu bahwa dia akan mempresentasikan tentang MLM sampai saya duduk mendengarkan presentasi dia.
Kenapa ya kira-kira mereka tidak mau berterus terang ingin mempresentasikan MLM? Jawaban jujur: karena MLM banyak keburukannya, dan citranya sudah tidak baik di beberapa lingkungan. Kenapa bisa sampai tidak baik? Pasti ada alasannya (salah satunya adalah sistemnya yang saya bahas di part 2), sesuatu yang tidak dapat dijawab oleh orang yang ikut MLM. Apakah ada MLM-ers yang berani menjawab permasalahan MLM yang saya berikan di part 2? Tentunya tidak akan bisa, karena yang salah adalah sistemnya. Yang mereka bisa lakukan hanyalah menutupinya sedemikian rupa sehingga tidak ketahuan sama orang yang akan mereka presentasikan.
OK, itu adalah jawaban jujurnya kenapa mereka tidak menyebut kata “MLM” saat mengajak ketemu. Lalu apa sih alasan yang diberikan “petinggi mereka” yang sebenarnya suka-tidak-suka telah mencuci otak mereka? Kata petinggi mereka kurang lebih seperti ini: “Kalian tentunya ingin teman Anda sukses bukan? Kalau Anda ingin teman Anda sukses, Anda harus menawarkan bisnis ini kepada dia! Tapi…. jangan sekali-kali menyebutkan kalau kalian ingin presentasi MLM ke dia saat mengajak ketemuan. Kenapa? Karena kalau buat yang belum ikut, biasanya citra MLM itu buruk di mata mereka. Kenapa? Karena mereka belum ikut… Kalau mereka sudah ikut nanti, mereka akan berterima kasih pada kita. Jadi, kalau kalian menyebutkan kata ‘MLM’, orang itu pasti tidak datang karena sudah pesimis duluan, dan akhirnya kita tidak dapat membuat mereka jadi sukses”. Nah, bagaimana? Apakah Anda mulai terpengaruh dengan ucapan ini dan melupakan jawaban jujur di paragraf sebelumnya? Jika ya, saya harus mengatakan, Anda telah berhasil dicuci otak oleh para petinggi MLM…
OK…. Sebelum Anda membaca paragraf berikut, pastikan Anda sudah mengerti semua bagian yang saya tuliskan sebelumnya. Jika Anda bersikap objektif, Anda pasti mengakui keburukan-keburukan MLM tersebut… Kalau Anda masih belum menemukan keburukannya, sangat mungkin Anda adalah seorang yang egois, yang hanya mementingkan kepentingan sendiri saja. Jujur, sebagai seorang yang beragama, saya merasa tidak nyaman dengan kata-kata “financial freedom” karena itu benar-benar membangkitkan keserakahan saya. Selain itu, setelah saya mempunyai banyak uang dan dapat melakukan segalanya dengan uang itu, sangat mungkin saya hidup tidak bergantung lagi pada Tuhan, tapi pada uang dan diri saya sendiri. Seperti kata kitab suci: “Akar dari segala kejahatan adalah cinta uang”. Kalau ada yang menjawab demikian: “Jangan munafik! Sekarang semuanya juga butuh uang… Kamu pasti pengen financial freedom juga kan???” - dengan berat hati saya mengatakan, orang itu tidak memperbaiki kesalahan yang ada pada dirinya, tetapi malah mencari-cari kesalahan orang lain untuk membenarkan dirinya. Kasarnya: “Semua orang kan sudah jahat… Ngapain juga ada orang yang berusaha melakukan hal baik, padahal jahat juga…”. Cobalah renungkan, lebih baik mana, tetap jahat atau berusaha memperbaiki diri setiap hari sedikit demi sedikit? Kok jadi ngomong sampai ke sini, hehe… OK, kalau sudah siap, silakan baca paragraf selanjutnya…
Ada satu hal yang menyangkut moral, yang tidak dapat dilepaskan dari orang yang sukses di bisnis ini. Apa itu? Mereka yang ingin sukses di bisnis ini, suka-tidak-suka, mau-tidak-mau, harus menjadi salesperson of sin. Apakah itu? Saya akan menjelaskannya sebagai berikut:
Fakta 1: MLM memiliki banyak keburukan, dimulai dari sistemnya yang mengharuskan banyak orang gagal pada akhirnya (baca part 2), presentasi yang tidak jujur, dll… *jangan teruskan membaca kalau Anda masih tidak mempercayai fakta 1 ini, ulangi baca part 1, 2, 3*
Fakta 2: Untuk menjadi sukses di MLM, harus punya downline dong… Semakin banyak, semakin bagus…
Fakta 3: Untuk mendapatkan downline, “calon downline” harus dipresentasikan tentang MLM ini, dan diusahakan sebisa mungkin, agar dia tertarik untuk ikut…
Fakta 4: Supaya orang-orang tertarik untuk ikut, sembunyikan sebisa mungkin keburukan-keburukan yang ada di MLM ini. Bungkus dengan hal-hal yang manis. Jangan pernah tunjukkan kelemahan dasar yang ada. Intinya, jangan pernah berikan fakta 1 (MLM memiliki banyak keburukan).
Fakta 5: Tentu diperlukan kebohongan-kebohongan untuk mendukung fakta 4… Setidaknya, ketidakjujuran jika ditanya “Keburukan MLM ini apa?”. Akhirnya, banyak ketidakjujuran yang ada di presentasi, yang bisa dikatakan, penipuan terselubung… Tentu tidak akan pernah dikatakan tentang tulisan saya di part 2 kepada mereka yang dipresentasikan oleh MLM-ers bukan?
Fakta 6: Jika Anda memiliki hati nurani dan objektif, Anda pasti tidak ingin menjadi bagian dari orang yang mengakibatkan kegagalan banyak orang lain bukan? Sayangnya, satu-satunya cara untuk tidak menyebabkan banyak-orang-lain-gagal-suatu-hari-nanti adalah dengan tidak memiliki downline, dan itu artinya Anda akan gagal.
Sekarang, berbahagialah Anda jika Anda belum ikut MLM, karena Anda tidak mengalami dilema yang dihadapi orang yang sudah ikut MLM berikut ini:
Di satu sisi, orang yang ikut MLM pasti ingin sukses… Artinya, mereka harus mendapatkan downline, dan itu berarti mereka telah memiliki andil atas kegagalan banyak orang saat terjadi kejenuhan pasar, dan lebih parah lagi, mereka telah memberikan dilema yang sama pada downline mereka! Kasarnya: downline mereka menjadi tumbal… Mereka telah menjadi salesperson of sin…
Agar tidak menjadi salesperson of sin, satu-satunya cara yang dapat ditempuh adalah tidak merekrut downline. Artinya, satu kata saja, gagal! Kontradiksi dengan keinginan mereka di awal ikut bisnis ini untuk sukses… Sebuah dilema…
Sungguh ironis… pengikut MLM ini harus memilih, menjadi salesperson of sin atau menjadi gagal! Sesuatu yang tidak perlu dipilih oleh orang yang tidak ikut MLM… Mau sukses di MLM berarti menjadi salesperson of sin. Apakah presenter Anda memberitahu hal ini saat mempresentasikan tentang MLM ini ke Anda? Jika tidak, maaf kata, Anda telah dijadikan tumbal oleh upline Anda… Silakan Anda minta pertanggungjawaban upline Anda untuk hal ini.
~buat yang belum dapet dilema, jangan nyari-nyari dilema…
Akhirnya ada kesempatan juga buat menulis part 3 dari pendapat saya mengenai MLM Tianshi ini. OK, review sedikit… Di part 1, saya sudah menuliskan pendahuluan, bagaimana saya berkenalan dengan MLM Tianshi… Di part 2, saya sudah menjabarkan pendapat saya mengenai sistem network marketing secara umum dan MLM Tianshi secara khusus. Di sana telah saya jelaskan hal apa yang menjadi masalah paling utama dari network marketing, yang selalu ditutup-tutupi oleh para pengikut MLM dengan begitu baiknya. Pada postingan kali ini, part 3, saya akan membahas mengenai sebuah isu MLM yang menurut saya lebih penting dibandingkan sistemnya, yaitu isu moral…
Saya akan memulai pendahuluan postingan ini dengan sebuah pertanyaan. “Kenapa sih presentasi MLM itu sangat menarik (atau setidaknya cukup menarik) untuk orang yang pertama kali mendengarkannya?” Hal itu juga yang saya alami ketika pertama kali saya dipresentasikan mengenai MLM Tianshi ini. OK, saya akan jawab pertanyaan itu dengan jujur - sejujur-jujurnya - saat itu saya begitu tertarik akan MLM Tianshi ini karena (berdasarkan presentasi yang saya dengar waktu itu) saya akan bisa mendapatkan penghasilan pasif, saya akan bisa mendapatkan banyak uang (bahkan ga usah kerja kalau sudah dapat penghasilan pasif, apalagi kalau sudah financial freedom). Selain itu, saya bisa dapat BMW, kapal yacht, atau bahkan pesawat terbang… Saya akan dapat menikmati semua kemewahan itu. Kalau saya sudah memiliki uang, saya akan bisa mendapatkan segalanya (mengutip kata-kata Pak Louis Tendean, petinggi MLM Indonesia, yang mendapatkan istrinya dari sebuah BMW)…
Jawaban di atas adalah jawaban yang terlalu jujur… Kadang saya berpikir, kalau saya akhirnya ikut MLM lalu ditanyakan kenapa saya ikut MLM, mungkin saya tidak akan berkata sejujur itu. Sangat mungkin buat saya untuk memberikan alasan seperti “alasan utama saya untuk membantu orang lain…”, atau “alasan utama saya untuk membahagiakan orang yang saya kasihi”, atau “alasan utama saya adalah untuk meningkatkan kesejahteraan Indonesia”. Padahal, alasan utama sebenarnya adalah karena saya mau dapat banyak uang dan nantinya… suatu saat nanti kalau saya sudah sukses, saya akan dapat menikmati semua kemewahan yang didapatkan, mendapatkan financial freedom supaya saya tidak perlu kerja lagi dan duit terus mengalir, mendapatkan time freedom supaya saya bisa bermalas-malasan dan bersenang-senang sepanjang waktu. Nah, seberapa banyak dari Anda yang mengikuti MLM yang memiliki pikiran seperti di atas?
“Lalu apa salahnya punya keinginan seperti di atas? Mendapatkan financial freedom dan time freedom? Tidak perlu munafik deh, semua orang pasti mau financial freedom dan time freedom…” Mungkin Anda berpikir seperti ini bukan? OK, akan saya bahas satu-satu…
Apa salahnya punya keinginan seperti di atas? Yang dipermasalahkan sebenarnya bukanlah keinginannya, tapi kenapa Anda mempunyai keinginan itu? Apapun alasan Anda, tidak dapat dipungkiri, alasan utamanya adalah karena keserakahan dan kemalasan. Serakah ingin mendapatkan banyak uang, BMW, kapal, dan pesawat, dan malas bekerja terus menerus, kalau bisa tidak bekerja, ya kenapa harus bekerja? Maklum, kedua sifat ini (keserakahan dan kemalasan) termasuk dalam sifat dasar manusia. Sifat itu jelas adalah sebuah sifat yang buruk, yang perlu diubah… Nah, masalahnya, presentasi MLM ini sangat menggoda sifat keserakahan dan kemalasan manusia, dan mereka dapat dengan sukses membungkus keserakahan dan kemalasan itu ke bentuk-bentuk lain yang terlihat lebih baik, seperti financial freedom dan time freedom. Itu membuat orang-orang yang dipresentasikan seringkali tidak sadar telah dibangkitkan sifat keserakahan dan kemalasannya.
Kedua sifat inilah yang biasanya membutakan semua keburukan-keburukan yang ada di MLM. Gampangnya, kedua sifat ini akan membuat seseorang hanya mementingkan dirinya sendiri. Contoh: “Yang penting saya sukses, yang nanti bakal gagal yah bodo amat… Yang penting saya sudah sukses…”
Next… Saya mendapati sebuah hal yang menurut saya menjadi senjata andalan MLM-ers saat presentasi tentang MLMnya. Apa itu? “Jangan pernah mengakui kalau diri saya salah. Jangan pernah tunjukkan keburukan dari MLM saya. Balikkanlah semua kata-kata yang dilontarkan orang yang saya presentasikan… Dan jangan lupa, bangkitkanlah ego dan harga diri dari orang yang saya presentasikan, supaya dia senang…” Biasanya, untuk beberapa hal, senjata di atas diberi nama “berpikir positif”.
Contoh: Saya pernah menolak ketika sedang dipresentasi dengan alasan “Saya sudah pernah dipresentasikan tentang ini kok. Saya tidak mau ikut…”. Tentunya, sang presenter tidak akan berkata, “Ayo dong ikut… Saya kan butuh downline nih…”, meskipun siapa tahu hatinya berkata begitu? Sang presenter yang mempresentasikan saya waktu itu memberikan jawaban yang sangat manis kedengarannya buat saya, yang saya tidak yakin dia mengucapkannya murni dari hatinya. Dia menjawab begini: “Wah! Bagus itu… Itu artinya banyak orang melihat kamu memiliki potensi untuk ikut bisnis ini…”. Nah, refleks manusia memang kalau dipuji seperti itu akan cepat senang, dan akhirnya (mungkin) dengan senang hati langsung ikut bisnis ini, dengan pikiran “orang lain melihat saya berpotensi di bisnis ini, saya hebat euy…”. Ego saya sedang dibangkitkan secara tidak sadar oleh sang presenter, dan kalau ego seseorang sudah bangkit, orang tersebut akan gampang “dikendalikan” oleh orang lain.
Teknik-teknik macam di atas yang banyak dipraktekkan oleh presenter MLM. Itu sudah menjadi hal yang biasa bagi mereka, karena teknik-teknik itulah yang mereka dapatkan dari seminar-seminar yang diadakan, macam vision seminar atau seminar-seminar MLM lainnya. So, berhati-hatilah kalau ego Anda mulai dibangkitkan… Mereka mudah sekali memainkan kata-kata dengan kata-kata yang manis!
OK… next…
Setiap kali saya akan dipresentasikan tentang MLM ini, sang presenter tidak akan langsung terang-terangan berkata “Hai Charles… Kapan ada waktu kosong? Saya mau presentasi MLM nih…”. Selalu ada alasan lain (kadang berupa kebohongan, kadang ditutup-tutupi - intinya tabu untuk menyebut istilah MLM saat mengajak mengadakan pertemuan). Saya sendiri pernah diajak ketemu dengan alasan “penawaran bisnis bagus” dan tidak pernah diberitahu bahwa dia akan mempresentasikan tentang MLM sampai saya duduk mendengarkan presentasi dia.
Kenapa ya kira-kira mereka tidak mau berterus terang ingin mempresentasikan MLM? Jawaban jujur: karena MLM banyak keburukannya, dan citranya sudah tidak baik di beberapa lingkungan. Kenapa bisa sampai tidak baik? Pasti ada alasannya (salah satunya adalah sistemnya yang saya bahas di part 2), sesuatu yang tidak dapat dijawab oleh orang yang ikut MLM. Apakah ada MLM-ers yang berani menjawab permasalahan MLM yang saya berikan di part 2? Tentunya tidak akan bisa, karena yang salah adalah sistemnya. Yang mereka bisa lakukan hanyalah menutupinya sedemikian rupa sehingga tidak ketahuan sama orang yang akan mereka presentasikan.
OK, itu adalah jawaban jujurnya kenapa mereka tidak menyebut kata “MLM” saat mengajak ketemu. Lalu apa sih alasan yang diberikan “petinggi mereka” yang sebenarnya suka-tidak-suka telah mencuci otak mereka? Kata petinggi mereka kurang lebih seperti ini: “Kalian tentunya ingin teman Anda sukses bukan? Kalau Anda ingin teman Anda sukses, Anda harus menawarkan bisnis ini kepada dia! Tapi…. jangan sekali-kali menyebutkan kalau kalian ingin presentasi MLM ke dia saat mengajak ketemuan. Kenapa? Karena kalau buat yang belum ikut, biasanya citra MLM itu buruk di mata mereka. Kenapa? Karena mereka belum ikut… Kalau mereka sudah ikut nanti, mereka akan berterima kasih pada kita. Jadi, kalau kalian menyebutkan kata ‘MLM’, orang itu pasti tidak datang karena sudah pesimis duluan, dan akhirnya kita tidak dapat membuat mereka jadi sukses”. Nah, bagaimana? Apakah Anda mulai terpengaruh dengan ucapan ini dan melupakan jawaban jujur di paragraf sebelumnya? Jika ya, saya harus mengatakan, Anda telah berhasil dicuci otak oleh para petinggi MLM…
OK…. Sebelum Anda membaca paragraf berikut, pastikan Anda sudah mengerti semua bagian yang saya tuliskan sebelumnya. Jika Anda bersikap objektif, Anda pasti mengakui keburukan-keburukan MLM tersebut… Kalau Anda masih belum menemukan keburukannya, sangat mungkin Anda adalah seorang yang egois, yang hanya mementingkan kepentingan sendiri saja. Jujur, sebagai seorang yang beragama, saya merasa tidak nyaman dengan kata-kata “financial freedom” karena itu benar-benar membangkitkan keserakahan saya. Selain itu, setelah saya mempunyai banyak uang dan dapat melakukan segalanya dengan uang itu, sangat mungkin saya hidup tidak bergantung lagi pada Tuhan, tapi pada uang dan diri saya sendiri. Seperti kata kitab suci: “Akar dari segala kejahatan adalah cinta uang”. Kalau ada yang menjawab demikian: “Jangan munafik! Sekarang semuanya juga butuh uang… Kamu pasti pengen financial freedom juga kan???” - dengan berat hati saya mengatakan, orang itu tidak memperbaiki kesalahan yang ada pada dirinya, tetapi malah mencari-cari kesalahan orang lain untuk membenarkan dirinya. Kasarnya: “Semua orang kan sudah jahat… Ngapain juga ada orang yang berusaha melakukan hal baik, padahal jahat juga…”. Cobalah renungkan, lebih baik mana, tetap jahat atau berusaha memperbaiki diri setiap hari sedikit demi sedikit? Kok jadi ngomong sampai ke sini, hehe… OK, kalau sudah siap, silakan baca paragraf selanjutnya…
Ada satu hal yang menyangkut moral, yang tidak dapat dilepaskan dari orang yang sukses di bisnis ini. Apa itu? Mereka yang ingin sukses di bisnis ini, suka-tidak-suka, mau-tidak-mau, harus menjadi salesperson of sin. Apakah itu? Saya akan menjelaskannya sebagai berikut:
Fakta 1: MLM memiliki banyak keburukan, dimulai dari sistemnya yang mengharuskan banyak orang gagal pada akhirnya (baca part 2), presentasi yang tidak jujur, dll… *jangan teruskan membaca kalau Anda masih tidak mempercayai fakta 1 ini, ulangi baca part 1, 2, 3*
Fakta 2: Untuk menjadi sukses di MLM, harus punya downline dong… Semakin banyak, semakin bagus…
Fakta 3: Untuk mendapatkan downline, “calon downline” harus dipresentasikan tentang MLM ini, dan diusahakan sebisa mungkin, agar dia tertarik untuk ikut…
Fakta 4: Supaya orang-orang tertarik untuk ikut, sembunyikan sebisa mungkin keburukan-keburukan yang ada di MLM ini. Bungkus dengan hal-hal yang manis. Jangan pernah tunjukkan kelemahan dasar yang ada. Intinya, jangan pernah berikan fakta 1 (MLM memiliki banyak keburukan).
Fakta 5: Tentu diperlukan kebohongan-kebohongan untuk mendukung fakta 4… Setidaknya, ketidakjujuran jika ditanya “Keburukan MLM ini apa?”. Akhirnya, banyak ketidakjujuran yang ada di presentasi, yang bisa dikatakan, penipuan terselubung… Tentu tidak akan pernah dikatakan tentang tulisan saya di part 2 kepada mereka yang dipresentasikan oleh MLM-ers bukan?
Fakta 6: Jika Anda memiliki hati nurani dan objektif, Anda pasti tidak ingin menjadi bagian dari orang yang mengakibatkan kegagalan banyak orang lain bukan? Sayangnya, satu-satunya cara untuk tidak menyebabkan banyak-orang-lain-gagal-suatu-hari-nanti adalah dengan tidak memiliki downline, dan itu artinya Anda akan gagal.
Sekarang, berbahagialah Anda jika Anda belum ikut MLM, karena Anda tidak mengalami dilema yang dihadapi orang yang sudah ikut MLM berikut ini:
Di satu sisi, orang yang ikut MLM pasti ingin sukses… Artinya, mereka harus mendapatkan downline, dan itu berarti mereka telah memiliki andil atas kegagalan banyak orang saat terjadi kejenuhan pasar, dan lebih parah lagi, mereka telah memberikan dilema yang sama pada downline mereka! Kasarnya: downline mereka menjadi tumbal… Mereka telah menjadi salesperson of sin…
Agar tidak menjadi salesperson of sin, satu-satunya cara yang dapat ditempuh adalah tidak merekrut downline. Artinya, satu kata saja, gagal! Kontradiksi dengan keinginan mereka di awal ikut bisnis ini untuk sukses… Sebuah dilema…
Sungguh ironis… pengikut MLM ini harus memilih, menjadi salesperson of sin atau menjadi gagal! Sesuatu yang tidak perlu dipilih oleh orang yang tidak ikut MLM… Mau sukses di MLM berarti menjadi salesperson of sin. Apakah presenter Anda memberitahu hal ini saat mempresentasikan tentang MLM ini ke Anda? Jika tidak, maaf kata, Anda telah dijadikan tumbal oleh upline Anda… Silakan Anda minta pertanggungjawaban upline Anda untuk hal ini.
~buat yang belum dapet dilema, jangan nyari-nyari dilema…
FUC*IN MLM 2
LAGI-LAGI REPOST!!!!! TAPI LAGI-LAGI INI SANGAT AMAT MEMBANTU BANGET!!!! Saya dan Anda bisa saja sukses di bisnis MLM ini, namun setiap kesuksesan tersebut seakan menjadi bom waktu, yang ketika saatnya tiba, akan banyak sekali orang yang akan gagal, bukan karena mereka kurang berusaha atau tidak memiliki impian, tapi karena sistem MLM mengharuskan mereka untuk gagal, dan setiap orang yang menjalankan sistem MLM ini pastinya bertanggung jawab atas kegagalan mereka.
Hal pertama yang akan saya bahas adalah mengenai sistem dari MLM Tianshi (satu-satunya sistem MLM yang saya tahu)… Saya telah beberapa kali dipresentasikan mengenai MLM Tianshi ini, dan di semua presentasi itu, saya mendapatkan satu kesamaan. Kesamaan apakah itu? Semua yang dipresentasikan adalah hal yang bagus-bagus, yang indah-indah, bahwa semua orang yang menjalani bisnis ini pasti bisa sukses, bisa kaya, membantu orang lain, dapet BMW, kapal n pesawat, ditambah testimonial tentang produk Tianshi yang sudah menyembuhkan banyak orang.
Muncul sebuah pertanyaan… Apakah semua yang dikatakan dalam presentasi tersebut itu tepat, ataukah ada yang ditutup-tutupi, bahkan ada hal yang tidak benar dan dipaksakan untuk menjadi benar? Setelah meneliti sistemnya, saya menemukan ternyata banyak hal yang disembunyikan, dan semua kekurangan yang ada di dalamnya dibungkus dengan begitu rapi. Hal-hal apa saja itu?
Semua orang yang menjalani bisnis ini pasti bisa sukses… Benarkah?
Saya beberapa kali dipresentasikan tentang sistem MLM Tianshi ini, dan mereka semua dengan yakin mengatakan “semua orang yang ikut bisnis ini pasti bisa sukses… Kuncinya, 95% adalah impian… Milikilah impian, kejarlah impian itu, anda pasti akan sukses. Kita semua pasti bisa sukses di sini!”
Anda boleh percaya atau tidak… Justru sistem MLM yang mengharuskan banyak orang untuk gagal. Tidak percaya? OK, kita lanjutkan dulu…
Apakah semua yang menjalani bisnis ini pasti bisa sukses? Mari kita tinjau sedikit sistem dari network marketing… Dalam network marketing, untuk menjadi sukses, seseorang harus merekrut orang lain (biasanya disebut downline, semakin banyak semakin bagus), dan sang downline juga harus merekrut downline-downline lainnya… Sistem ini tidak memiliki akhir! Artinya, jika suatu saat MLM ini berakhir, orang-orang yang ada di paling bawah (downline terbawah) pastinya tidak akan sukses (karena tidak bisa mendapatkan downline lagi)!
OK, berikut ini adalah sebuah pemikiran dari saya:
Anggaplah setiap orang merekrut 5 orang untuk menjadi downline langsungnya. Jika ada 1 orang di level pertama, berarti ada 5 orang di level kedua. Kelima-limanya adalah downline langsung orang di level pertama. Jadi, sampai di level kedua, sudah ada 6 orang yang ikut MLM ini…
5 orang di level kedua masing-masing merekrut 5 orang untuk menjadi downline langsungnya, dan menghasilkan 5 x 5 = 25 orang di level ketiga. Total sudah ada 6 + 25 = 31 orang yang ikut MLM sampai level ketiga ini.
Demikian seterusnya, 25 orang di level ketiga masing-masing merekrut 5 orang sehingga ada 125 orang di level keempat. Total ada 31 + 125 = 156 orang level keempat.
Di level 5 ada 5 x 125 = 625 orang, total yang gabung = 625 + 156 = 781 orang
Di level 6 ada 5 x 625 = 3125 orang, total yang gabung = 3125 + 781 = 3906 orang
Di level 7 ada 5 x 3125 = 15625 orang, total yang gabung = 15625 + 3906 = 19531 orang
Di level 8 ada sekitar 78 ribu orang, total yang gabung sekitar 97 ribu orang
Di level 9 ada sekitar 390 ribu orang, total yang gabung sekitar 488 ribu orang
Di level 10 ada sekitar 2 juta orang, total yang gabung sekitar 2,5 juta orang
Di level 11 ada sekitar 10 juta orang, total yang gabung sekitar 12 juta orang
Di level 12 ada sekitar 49 juta orang, total yang gabung sekitar 61 juta orang
Di level 13 ada sekitar 244 juta orang (wow! jumlah penduduk indonesia…), total yang gabung sekitar 305 juta orang
Di level 14 ada sekitar 1,2 milyar orang, total yang gabung sekitar 1,5 milyar orang
Di level 15 ada sekitar 6 milyar orang, total yang gabung sekitar 7,6 milyar orang
Di level 16 ada sekitar 30 milyar orang, total yang gabung sekitar 38 milyar orang…..
Di level 17 ada sekitar 150 milyar orang, dengan total yang gabung sekitar 190 milyar orang!!!
Wow…. ternyata, dengan sistem seperti ini… jumlah orang di level ke-17 sudah melebihi jumlah penduduk bumi beberapa generasi! Pastinya, saya percaya, jaringan MLM Tianshi ini sudah melebihi 17 level… Bahkan, perkiraan saya harusnya sudah mencapai ratusan level.
Btw, itu kan kalau satu orang bisa merekrut 5 orang… Bagaimana kalau satu orang hanya merekrut 2 orang saja? Hal yang sama (yang terjadi di level 17 di atas) akan terjadi di level 38 sistem ini…
Apa yang ingin saya tunjukkan dari ilustrasi di atas?
Terlalu banyak orang yang gagal di bisnis ini. Ini adalah kenyataan yang terjadi… Kenapa mereka gagal? Yah, banyak faktor… Kalau kata yang ngikut bisnis ini, mereka gagal karena tidak punya impian, karena kurang kerja keras, karena ini, karena itu… Pokoknya intinya (kata mereka), kita harus tutup mata pada orang seperti ini (belajar kok dari yang gagal?)… Lihat saja yang berhasil… Yah, saya tidak banyak berkomentar tentang hal pertama ini. Menurut saya, mereka semua gagal karena banyak faktor.
Kalau semua penghuni bumi sudah ikut MLM ini, lalu gimana? Nah, ini adalah yang ingin saya tekankan… Seperti apa pun sistemnya, selama itu adalah network marketing, pasti akan ada suatu saat di mana terjadi titik jenuh… Apa artinya? Artinya, tidak ada lagi orang yang bisa dijadikan downline… Kalau ini terjadi, pastinya downline yang ada di level paling bawah (yang tentunya paling banyak –> silakan lihat ilustrasi di atas) yang pasti akan gagal karena sistem MLM…
Gampangnya, bayangkan semua penduduk bumi sudah ikut MLM ini. Lalu, siapa lagi yang akan direkrut? Anak-anak mereka? Pertumbuhan manusia pastinya kalah jauh sama pertumbuhan MLM ini, jadi pasti tidak akan bisa. Jadi? Yah, mereka pasti gagal! Ironisnya, jumlah mereka yang ada di level terbawah jauh lebih banyak dari total semua pengikut MLM di level-level sebelumnya. Coba lihat ilustrasi di atas, jumlah pengikut MLM total dari level 1 sampai level 16 ada 38 milyar orang, tapi jumlah pengikut MLM yang ada di level 17 ada 150 milyar orang. Seandainya, di titik ini terjadi kejenuhan, 150 milyar orang itu pasti gagal, yang pastinya jumlah orang yang sukses tidak akan melebihi angka 38 milyar (bahkan jauh di bawah itu).
Sebuah bahan renungan bagi orang yang ikut MLM… Anda mungkin saja satu orang di antara 38 milyar orang itu, tapi tahukah Anda, setiap downline yang Anda rekrut akan menyebabkan berlipat-lipat orang akan gagal di saat titik jenuh itu terjadi? 150 milyar orang ini gagal bukan karena mereka tidak memiliki impian, bukan karena mereka tidak berusaha, tapi karena sistemnya yang mengharuskan mereka mendapatkan downline, sudah tidak bisa mereka penuhi lagi, karena tidak ada lagi yang bisa jadi downline.
Warning: Mereka yang mempresentasikan tentang sistem MLM ini sangat pandai dalam menyembunyikan fakta ini. Ada yang berkata: “walah, ngapain juga diitung-itung…. cape-capein aja…”, padahal semuanya perlu perhitungan. Ada yang berkata: “walah, kebanyakan mikir, kapan kayanya?”, padahal kita perlu berpikir sebelum mengambil kesimpulan. Ada yang berkata: “yah susah deh kalau bagus, dijelek-jelekin terus…” padahal, bisakah mereka membantah keburukan-keburukan tersebut?
Kenapa mereka tidak memberitahukan faktanya? Karena mereka butuh downline. Kalau mereka tidak mendapat downline, mereka tidak akan sukses!
OK, inti postingan saya kali ini adalah:
Saya dan Anda bisa saja sukses di bisnis MLM ini, namun setiap kesuksesan tersebut seakan menjadi bom waktu, yang ketika saatnya tiba, akan banyak sekali orang yang akan gagal, bukan karena mereka kurang berusaha atau tidak memiliki impian, tapi karena sistem MLM mengharuskan mereka untuk gagal, dan setiap orang yang menjalankan sistem MLM ini pastinya bertanggung jawab atas kegagalan mereka.
Tulisan saya tentang MLM Tianshi ini tidak berhenti sampai di sini. Bahkan, bagian paling penting yang ingin saya kemukakan belum saya kemukakan sekarang. Ada lebih banyak masalah yang berhubungan dengan moral yang lebih berbahaya daripada sekedar sistem MLM ini. So, stay tune… ~Maaf jika ada kata-kata saya yang menyinggung… Itu hanyalah murni pendapat dan pemikiran saya.
Hal pertama yang akan saya bahas adalah mengenai sistem dari MLM Tianshi (satu-satunya sistem MLM yang saya tahu)… Saya telah beberapa kali dipresentasikan mengenai MLM Tianshi ini, dan di semua presentasi itu, saya mendapatkan satu kesamaan. Kesamaan apakah itu? Semua yang dipresentasikan adalah hal yang bagus-bagus, yang indah-indah, bahwa semua orang yang menjalani bisnis ini pasti bisa sukses, bisa kaya, membantu orang lain, dapet BMW, kapal n pesawat, ditambah testimonial tentang produk Tianshi yang sudah menyembuhkan banyak orang.
Muncul sebuah pertanyaan… Apakah semua yang dikatakan dalam presentasi tersebut itu tepat, ataukah ada yang ditutup-tutupi, bahkan ada hal yang tidak benar dan dipaksakan untuk menjadi benar? Setelah meneliti sistemnya, saya menemukan ternyata banyak hal yang disembunyikan, dan semua kekurangan yang ada di dalamnya dibungkus dengan begitu rapi. Hal-hal apa saja itu?
Semua orang yang menjalani bisnis ini pasti bisa sukses… Benarkah?
Saya beberapa kali dipresentasikan tentang sistem MLM Tianshi ini, dan mereka semua dengan yakin mengatakan “semua orang yang ikut bisnis ini pasti bisa sukses… Kuncinya, 95% adalah impian… Milikilah impian, kejarlah impian itu, anda pasti akan sukses. Kita semua pasti bisa sukses di sini!”
Anda boleh percaya atau tidak… Justru sistem MLM yang mengharuskan banyak orang untuk gagal. Tidak percaya? OK, kita lanjutkan dulu…
Apakah semua yang menjalani bisnis ini pasti bisa sukses? Mari kita tinjau sedikit sistem dari network marketing… Dalam network marketing, untuk menjadi sukses, seseorang harus merekrut orang lain (biasanya disebut downline, semakin banyak semakin bagus), dan sang downline juga harus merekrut downline-downline lainnya… Sistem ini tidak memiliki akhir! Artinya, jika suatu saat MLM ini berakhir, orang-orang yang ada di paling bawah (downline terbawah) pastinya tidak akan sukses (karena tidak bisa mendapatkan downline lagi)!
OK, berikut ini adalah sebuah pemikiran dari saya:
Anggaplah setiap orang merekrut 5 orang untuk menjadi downline langsungnya. Jika ada 1 orang di level pertama, berarti ada 5 orang di level kedua. Kelima-limanya adalah downline langsung orang di level pertama. Jadi, sampai di level kedua, sudah ada 6 orang yang ikut MLM ini…
5 orang di level kedua masing-masing merekrut 5 orang untuk menjadi downline langsungnya, dan menghasilkan 5 x 5 = 25 orang di level ketiga. Total sudah ada 6 + 25 = 31 orang yang ikut MLM sampai level ketiga ini.
Demikian seterusnya, 25 orang di level ketiga masing-masing merekrut 5 orang sehingga ada 125 orang di level keempat. Total ada 31 + 125 = 156 orang level keempat.
Di level 5 ada 5 x 125 = 625 orang, total yang gabung = 625 + 156 = 781 orang
Di level 6 ada 5 x 625 = 3125 orang, total yang gabung = 3125 + 781 = 3906 orang
Di level 7 ada 5 x 3125 = 15625 orang, total yang gabung = 15625 + 3906 = 19531 orang
Di level 8 ada sekitar 78 ribu orang, total yang gabung sekitar 97 ribu orang
Di level 9 ada sekitar 390 ribu orang, total yang gabung sekitar 488 ribu orang
Di level 10 ada sekitar 2 juta orang, total yang gabung sekitar 2,5 juta orang
Di level 11 ada sekitar 10 juta orang, total yang gabung sekitar 12 juta orang
Di level 12 ada sekitar 49 juta orang, total yang gabung sekitar 61 juta orang
Di level 13 ada sekitar 244 juta orang (wow! jumlah penduduk indonesia…), total yang gabung sekitar 305 juta orang
Di level 14 ada sekitar 1,2 milyar orang, total yang gabung sekitar 1,5 milyar orang
Di level 15 ada sekitar 6 milyar orang, total yang gabung sekitar 7,6 milyar orang
Di level 16 ada sekitar 30 milyar orang, total yang gabung sekitar 38 milyar orang…..
Di level 17 ada sekitar 150 milyar orang, dengan total yang gabung sekitar 190 milyar orang!!!
Wow…. ternyata, dengan sistem seperti ini… jumlah orang di level ke-17 sudah melebihi jumlah penduduk bumi beberapa generasi! Pastinya, saya percaya, jaringan MLM Tianshi ini sudah melebihi 17 level… Bahkan, perkiraan saya harusnya sudah mencapai ratusan level.
Btw, itu kan kalau satu orang bisa merekrut 5 orang… Bagaimana kalau satu orang hanya merekrut 2 orang saja? Hal yang sama (yang terjadi di level 17 di atas) akan terjadi di level 38 sistem ini…
Apa yang ingin saya tunjukkan dari ilustrasi di atas?
Terlalu banyak orang yang gagal di bisnis ini. Ini adalah kenyataan yang terjadi… Kenapa mereka gagal? Yah, banyak faktor… Kalau kata yang ngikut bisnis ini, mereka gagal karena tidak punya impian, karena kurang kerja keras, karena ini, karena itu… Pokoknya intinya (kata mereka), kita harus tutup mata pada orang seperti ini (belajar kok dari yang gagal?)… Lihat saja yang berhasil… Yah, saya tidak banyak berkomentar tentang hal pertama ini. Menurut saya, mereka semua gagal karena banyak faktor.
Kalau semua penghuni bumi sudah ikut MLM ini, lalu gimana? Nah, ini adalah yang ingin saya tekankan… Seperti apa pun sistemnya, selama itu adalah network marketing, pasti akan ada suatu saat di mana terjadi titik jenuh… Apa artinya? Artinya, tidak ada lagi orang yang bisa dijadikan downline… Kalau ini terjadi, pastinya downline yang ada di level paling bawah (yang tentunya paling banyak –> silakan lihat ilustrasi di atas) yang pasti akan gagal karena sistem MLM…
Gampangnya, bayangkan semua penduduk bumi sudah ikut MLM ini. Lalu, siapa lagi yang akan direkrut? Anak-anak mereka? Pertumbuhan manusia pastinya kalah jauh sama pertumbuhan MLM ini, jadi pasti tidak akan bisa. Jadi? Yah, mereka pasti gagal! Ironisnya, jumlah mereka yang ada di level terbawah jauh lebih banyak dari total semua pengikut MLM di level-level sebelumnya. Coba lihat ilustrasi di atas, jumlah pengikut MLM total dari level 1 sampai level 16 ada 38 milyar orang, tapi jumlah pengikut MLM yang ada di level 17 ada 150 milyar orang. Seandainya, di titik ini terjadi kejenuhan, 150 milyar orang itu pasti gagal, yang pastinya jumlah orang yang sukses tidak akan melebihi angka 38 milyar (bahkan jauh di bawah itu).
Sebuah bahan renungan bagi orang yang ikut MLM… Anda mungkin saja satu orang di antara 38 milyar orang itu, tapi tahukah Anda, setiap downline yang Anda rekrut akan menyebabkan berlipat-lipat orang akan gagal di saat titik jenuh itu terjadi? 150 milyar orang ini gagal bukan karena mereka tidak memiliki impian, bukan karena mereka tidak berusaha, tapi karena sistemnya yang mengharuskan mereka mendapatkan downline, sudah tidak bisa mereka penuhi lagi, karena tidak ada lagi yang bisa jadi downline.
Warning: Mereka yang mempresentasikan tentang sistem MLM ini sangat pandai dalam menyembunyikan fakta ini. Ada yang berkata: “walah, ngapain juga diitung-itung…. cape-capein aja…”, padahal semuanya perlu perhitungan. Ada yang berkata: “walah, kebanyakan mikir, kapan kayanya?”, padahal kita perlu berpikir sebelum mengambil kesimpulan. Ada yang berkata: “yah susah deh kalau bagus, dijelek-jelekin terus…” padahal, bisakah mereka membantah keburukan-keburukan tersebut?
Kenapa mereka tidak memberitahukan faktanya? Karena mereka butuh downline. Kalau mereka tidak mendapat downline, mereka tidak akan sukses!
OK, inti postingan saya kali ini adalah:
Saya dan Anda bisa saja sukses di bisnis MLM ini, namun setiap kesuksesan tersebut seakan menjadi bom waktu, yang ketika saatnya tiba, akan banyak sekali orang yang akan gagal, bukan karena mereka kurang berusaha atau tidak memiliki impian, tapi karena sistem MLM mengharuskan mereka untuk gagal, dan setiap orang yang menjalankan sistem MLM ini pastinya bertanggung jawab atas kegagalan mereka.
Tulisan saya tentang MLM Tianshi ini tidak berhenti sampai di sini. Bahkan, bagian paling penting yang ingin saya kemukakan belum saya kemukakan sekarang. Ada lebih banyak masalah yang berhubungan dengan moral yang lebih berbahaya daripada sekedar sistem MLM ini. So, stay tune… ~Maaf jika ada kata-kata saya yang menyinggung… Itu hanyalah murni pendapat dan pemikiran saya.
FUC*IN MLM
SORY BANGET INI MERUPAKAN FILE SUNTINGAN -charleschristian.wordpress.com-, TAPI GW RASA INI BISA BANYAK MENOLONG TEMEN2. TERUTAMA MAHASISWA BARU YANG BELUM BANYAK MENGERTI APA YANG SEBENARNYA DIINGINKAN OLEH PARA PEBISNIS MLM!!!!!!!
" Tulisan ini dibuat bukan untuk mendukung atau menjelek-jelekkan bisnis multi level marketing. Ini hanyalah pendapat dan hasil pemikiran saya saja atas bisnis ini. Kalau ada yang bertanya, kenapa saya memasukkan nama merk “Tianshi” di judul, itu karena satu-satunya MLM yang saya tahu (baca: pernah diprospek dan dipresentasikan sistemnya).
Suatu hari beberapa tahun yang lalu… Saya menerima SMS dari seorang teman yang mengajak saya untuk ketemuan. Katanya, dia ingin menawarkan kepada saya sebuah bisnis yang bagus. Dia cukup berhasil membuat saya penasaran dengan bisnis tersebut dan akhirnya kami pun bertemu.
Pertemuan diawali dengan pertanyaan: “Apa yang menjadi cita-cita atau impian saya”. Lanjut… Dia mengeluarkan sebuah buku yang dia sebut “alat bantu presentasi”, dan dia mulai mempresentasikan kepada saya mengenai bisnis tersebut, yang kemudian saya tahu bahwa itu adalah bisnis MLM alias “Multi Level Marketing”, secara lebih spesifik, MLM Tianshi.
Kalau yang sudah ikut, atau setidaknya sudah pernah dipresentasikan mengenai bisnis ini, tentunya mengetahui bagaimana sistem dari bisnis ini. Diawali dari bintang 1, 2, atau 3, merekrut orang lain untuk menjadi downline, agar kita dapat naik jadi bintang 4, 5, 6, 7, 8, bronze lion, silver lion, gold lion, diamond, dll, yang pastinya semakin tinggi tingkatannya semakin besar bonus yang didapat. Termasuk di dalamnya terdapat bonus uang puluhan juta, mobil BMW, kapal pesiar, sampai pesawat.
Saat itu, teman saya membukakan bahwa sudah ada mahasiswa Indonesia yang meraih BMW, juga membukakan tentang produk kesehatan herbal (Tianshi) yang mereka tawarkan. Dia menceritakan pengalamannya menggunakan produk Tianshi saat menjelang ujian, yang meningkatkan stamina dan membuatnya berhasil menahan kantuk dalam belajar, dll dll… Modal awal yang dibutuhkan untuk menjadi bintang 3 adalah 2 juta rupiah. Singkat cerita, di akhir presentasi, saya cukup tertarik untuk ikut di dalam bisnis tersebut.
Karena saya adalah seorang anak yang baik , saya menceritakan tentang bisnis tersebut ke orang tua saya dan meminta pendapat mereka (apakah sebaiknya saya bergabung atau tidak). Saya melihat bisnis tersebut adalah bisnis yang positif dan dapat menjadi sangat menguntungkan. Namun, saya cukup terkejut ketika orang tua saya dengan suara bulat tidak mengizinkan saya untuk ikut dalam bisnis tersebut. Jujur saat itu saya tidak melihat sisi negatif dari bisnis tersebut (karena semua yang dipresentasikan pada saya adalah hal-hal yang positif, baik-baik, indah-indah, dan menggiurkan). Karena itu, saya sebenarnya kurang bisa menerima penolakan dari orang tua saya. Namun, ternyata orang tua saya telah lebih dahulu mengetahui tentang bisnis tersebut, dan mereka tidak memperbolehkan saya untuk ikut. Mereka lebih mengerti akan bisnis itu, meskipun alasan-alasan yang mereka kemukakan tidak memuaskan saya saat itu.
OK, sekali lagi sebagai seorang anak yang baik , saya mematuhi orang tua saya. Maka, saya mengatakan pada teman saya bahwa saya tidak bisa ikut dalam bisnis tersebut (meskipun dalam hati masih pengen ikut tuh).
Seiring berjalannya waktu, saya mulai mencari tahu lebih dalam tentang bisnis MLM Tianshi ini, baik dari internet, dari teman-teman saya yang lain, dan saya sendiri mulai memikirkannya (sok mikirin… ). Saya menemukan cukup banyak hal mengenai bisnis MLM Tianshi ini yang tidak diberikan pada saya saat presentasi, dan menemukan adanya beberapa hal yang ditawarkan bisnis ini yang membuat saya tidak damai sejahtera. Pada akhirnya, saya bersyukur waktu itu saya tidak menuruti emosi saya."
special thanks for : charleschristian.wordpress.com
" Tulisan ini dibuat bukan untuk mendukung atau menjelek-jelekkan bisnis multi level marketing. Ini hanyalah pendapat dan hasil pemikiran saya saja atas bisnis ini. Kalau ada yang bertanya, kenapa saya memasukkan nama merk “Tianshi” di judul, itu karena satu-satunya MLM yang saya tahu (baca: pernah diprospek dan dipresentasikan sistemnya).
Suatu hari beberapa tahun yang lalu… Saya menerima SMS dari seorang teman yang mengajak saya untuk ketemuan. Katanya, dia ingin menawarkan kepada saya sebuah bisnis yang bagus. Dia cukup berhasil membuat saya penasaran dengan bisnis tersebut dan akhirnya kami pun bertemu.
Pertemuan diawali dengan pertanyaan: “Apa yang menjadi cita-cita atau impian saya”. Lanjut… Dia mengeluarkan sebuah buku yang dia sebut “alat bantu presentasi”, dan dia mulai mempresentasikan kepada saya mengenai bisnis tersebut, yang kemudian saya tahu bahwa itu adalah bisnis MLM alias “Multi Level Marketing”, secara lebih spesifik, MLM Tianshi.
Kalau yang sudah ikut, atau setidaknya sudah pernah dipresentasikan mengenai bisnis ini, tentunya mengetahui bagaimana sistem dari bisnis ini. Diawali dari bintang 1, 2, atau 3, merekrut orang lain untuk menjadi downline, agar kita dapat naik jadi bintang 4, 5, 6, 7, 8, bronze lion, silver lion, gold lion, diamond, dll, yang pastinya semakin tinggi tingkatannya semakin besar bonus yang didapat. Termasuk di dalamnya terdapat bonus uang puluhan juta, mobil BMW, kapal pesiar, sampai pesawat.
Saat itu, teman saya membukakan bahwa sudah ada mahasiswa Indonesia yang meraih BMW, juga membukakan tentang produk kesehatan herbal (Tianshi) yang mereka tawarkan. Dia menceritakan pengalamannya menggunakan produk Tianshi saat menjelang ujian, yang meningkatkan stamina dan membuatnya berhasil menahan kantuk dalam belajar, dll dll… Modal awal yang dibutuhkan untuk menjadi bintang 3 adalah 2 juta rupiah. Singkat cerita, di akhir presentasi, saya cukup tertarik untuk ikut di dalam bisnis tersebut.
Karena saya adalah seorang anak yang baik , saya menceritakan tentang bisnis tersebut ke orang tua saya dan meminta pendapat mereka (apakah sebaiknya saya bergabung atau tidak). Saya melihat bisnis tersebut adalah bisnis yang positif dan dapat menjadi sangat menguntungkan. Namun, saya cukup terkejut ketika orang tua saya dengan suara bulat tidak mengizinkan saya untuk ikut dalam bisnis tersebut. Jujur saat itu saya tidak melihat sisi negatif dari bisnis tersebut (karena semua yang dipresentasikan pada saya adalah hal-hal yang positif, baik-baik, indah-indah, dan menggiurkan). Karena itu, saya sebenarnya kurang bisa menerima penolakan dari orang tua saya. Namun, ternyata orang tua saya telah lebih dahulu mengetahui tentang bisnis tersebut, dan mereka tidak memperbolehkan saya untuk ikut. Mereka lebih mengerti akan bisnis itu, meskipun alasan-alasan yang mereka kemukakan tidak memuaskan saya saat itu.
OK, sekali lagi sebagai seorang anak yang baik , saya mematuhi orang tua saya. Maka, saya mengatakan pada teman saya bahwa saya tidak bisa ikut dalam bisnis tersebut (meskipun dalam hati masih pengen ikut tuh).
Seiring berjalannya waktu, saya mulai mencari tahu lebih dalam tentang bisnis MLM Tianshi ini, baik dari internet, dari teman-teman saya yang lain, dan saya sendiri mulai memikirkannya (sok mikirin… ). Saya menemukan cukup banyak hal mengenai bisnis MLM Tianshi ini yang tidak diberikan pada saya saat presentasi, dan menemukan adanya beberapa hal yang ditawarkan bisnis ini yang membuat saya tidak damai sejahtera. Pada akhirnya, saya bersyukur waktu itu saya tidak menuruti emosi saya."
special thanks for : charleschristian.wordpress.com
Rabu, 15 Oktober 2008
DUA BELAS SOSIAL DUA a.k.a SURGA DUNIA
sman 70 bulungan ntu emang keren banget. 2,5 tahun gw disana (gw murid pindahan pas smester 2), walopun disana gw cuma anak pindahan tapi seperti biasa gw cepet dapet tmen, gw emang agak gampang bergaul ama orang, dari berbagai kalangan, baik kalangn atas maupun kalangan bawah, bagaimanapun orangnya gw ga pernah ngebeda2in tmen2 gw. n satu hal yang gw suka, smua tmen gw terima gw juga apa adanya gw -mungkin-!!! tapi ada satu yang bakal susah gw lupain, yah emang bner kata orang, kelas tiga sma ntu masa2 paling susah diluain pas sma, menurut gw ntu karena pas agit ntu, qta sama2 ngerasain manis n paitnya anak sekolah!!! lu bayangin aje, -paitnya- qta ntu tryout resmi dari skola ampe 4 kali, tryout dari bta lebih dari 4 kali, blom lagi ikut tryout yang diadain ama universitas2 terkemuka di jakarta cuma buat dapet nilai UAN tetringgi se-DKI JAKARTA, bahkan kalo bisa se-INDONESIA. selaen ntu, kelas qta juga dihadepin ama masalah guru akuntansi yang agak kurang srek dihati qta dengan cara ngajarnya. slaen ntu ada guru matematika yang agak amat sangat banget ga niat ngajar, pdahl qta ni angkatan yang bisa disebut angkatan percobaan dari pemerintah buat uan yang 6 mata pelajaran tmasuk matematika ntu . tapi dibalik semua itu, qta makin akrab n makin sering bareng kemaja aja klo ada yang mau heng ot. gw ngerasa semua ini lebih enak lagi pas foto buku tahunan. disana qta bner2 kompak n seru2an dipuncak........................
hehe. maap ni nextime gw lanjutin postingannya,
Langganan:
Postingan (Atom)